jump to navigation

Kontroversi Gaji Seorang Dokter… Yang Benar Yang mana…??? November 17, 2015

Posted by Sensasiku in Sensasi.
Tags: , , , , , , , , ,
trackback
image

Gue tahu, lo pasti suka

Sensasiiku – Hi guys…!!!
Plis… Abaikan gambarnya meskipun gue tahu, elo (laki-laki) pasti pada suka.

Jadi gini guys… Akhir-akhir ini sedang ramai dibicarakan mengenai gaji seorang dokter internsip. Bahkan sudah ada beritanya di TV yang menyebutkan bahwa gaji seorang dokter adalah sebesar 6 juta rupiah. Tapi ternyata… Beda cerita yang diungkapkan oleh  seorang dokter internsip dimana dia di gaji (uang bantuan hidup sih lebih tepatnya) sebesar 2 juta guys. Jadi… Mana yang benar…???

Gue bukan mau memperkeruh suasana, hanya ingin sharing mengenai salah satu informasi yang menurut gue sangat menarik buat kalian. Simak deh dibawah ini… Agak sedikit panjang tulisannya, gue harap elo baca semua sampai abis biar paham…. 😁😁😁

Ivanna Djakaria

Yesterday at 9:25am · 

Berapakah Gaji Dokter Internsip?

Bukan materialistis. Tapi kami ingin meluruskan pemberitaan yang sudah jauh menyimpang dari kenyataan. Kami tidak ingin, opini publik jadi salah, hanya karena Pers yang sudah tidak benar dalam menyampaikan fakta.

Sebelumnya, dokter internsip sempat disebut sebagai mahasiswa. Dan itu kemudian membuat para dokter gerah. Namun, akhirnya hal tersebut dikonfirmasi oleh Menkes.

Tapi sangat disayangkan, konfirmasi status mahasiswa tersebut, diikuti dengan diangkatnya isu lain, yang cenderung ke arah pembohongan publik. Ya, saya katakan ini pembohongan publik karena info yang diumbar tidaklah benar adanya.

Sesuai isi berita yang ada di :http://m.liputan6.com/tv/read/2366047/menkes-bantah-gaji-dokter-andra-hanya-rp-25-juta

image

Berita itu menyebutkan bahwa gaji dokter internsip bukanlah 2,5 juta. Melainkan 6 juta rupiah.

Mari kita cermati satu persatu isi berita itu. Silakan tonton terlebih dahulu isi video berita yang ada tepat di bawah paragraf berita di link itu.
Bila dicermati, isi berita itu terdiri dari 2 bagian. Bagian narasi dari pembaca berita. Kemudian bagian wawancara dengan Menkes.

Bagian narasi dari pembaca berita, berbunyi seperti ini :
“Menkes Nila Moloek menegaskan bahwa uang 2,5 juta rupiah yang diberikan kepada para dokter yang sedang melakukan program magang bukanlah gaji bulanan, melainkan uang bantuan tambahan biaya kehidupan. Sementara gaji yang sebenarnya diterima adalah 6 juta rupiah per bulan dan sudah diserahkan kepada kepala daerah yang dijadikan tempat magang. Dana itupun dikeluarkan bukan dari kementerian kesehatan melainkan dari kementerian keuangan.”

Ketika sampai di bagian Wawancara dengan Menkes. Menkes menyampaikan kalimat seperti ini :
“Itu bukan pembayaran. Kementerian kesehatan memberikan namanya bantuan hidup yang dulunya 1,2 juta naik menjadi 2,5 juta. Kami sekarang ajukan lagi 2016 menjadi 4 juta. Dan itu diberikan oleh kementerian keuangan. Jadi uang itu bukan punya kementerian kesehatan. Nanti kalau di daerah, di masing masing daerah di rumah sakit, seperti kemaren di Bupati Dobo. Beliau sendiri bilang, mereka menambahkan 6 juta. Jadi mereka memberikan insentif kepada dokter dokter ini 6 juta.”

Bila kita cermati, kalimat dari pembaca berita ini sangat provokatif dan cenderung ke arah pembohongan publik. Pembaca berita tersebut menegaskan bahwa sebenarnya gaji yang diterima adalah 6 juta perbulan.

Apakah itu benar?

Tidak benar adanya, karena :
1. Besarnya bukan 6 juta rupiah. Melainkan, hanya 2 juta rupiah. Kami sudah melakukan konfirmasi secara langsung kepada rekan sejawat kami (sesama dokter internsip) yang sedang bertugas di tempat yang sama seperti alm.dr.Andra bertugas. Rekan kami disana menyebut bahwa insentif dari daerah yang mereka terima, hanya 2 juta rupiah, bukan 6 juta. Dan itupun, dirapel hingga 4-5 bulan. Mereka juga bingung mengapa ada berita dan konfirmasi dari Menkes yang menyebut bahwa mereka mendapat uang 6 juta per bulan.
2. Uang yang diberikan daerah itu bukan gaji, melainkan insentif. Perlu ditegaskan, Dokter Internsip TIDAK menerima gaji. Kami hanya diberikan Uang Bantuan Hidup yang besarnya 2,5 juta rupiah dari pusat (dalam konteks ini, Menkes menyebut bahwa uang itu berasal dari Kemenkeu).

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Insentif merupakan tambahan penghasilan (uang, barang, dan sebagainya) yang diberikan untuk meningkatkan gairah kerja. Sedangkan Gaji, menurut KBBI adalah upah kerja yang dibayar dalam waktu yang tetap.

Sehingga, jika pernyataan Pembaca Berita menyebut bahwa “Gajinya bukan 2,5 juta melainkan 6 juta”. Tentunya pernyataan itu sangat ambigu sekali. Seakan akan Para Dokter Internsip memang menerima Gaji. Padahal kenyataannya tidak, hanya menerima Bantuan Biaya Hidup dan Insentif Daerah.

Insentif Daerah itupun, dengan catatan, jika Daerah Tempat Penugasan, mampu memberikannya. Jika tidak mampu, maka dokter internsip tidak akan mendapat insentif. Dan hanya bertahan hidup dengan Uang Bantuan Hidup sebesar 2,5 juta (dengan segala risiko pekerjaan sebagai dokter di daerah terpencil).

Apakah semua daerah memberikan Insentif?

TIDAK. Pada kenyataannya, masih banyak rekan kami di banyak daerah, yang bekerja dengan penuh risiko, hanya bermodalkan Uang Bantuan Hidup sebesar 2,5 juta rupiah.
Bisa dibayangkan, bahkan mereka mencari tempat tinggal dan biaya kos juga harus menggunakan uang 2,5 juta rupiah itu. Dan perlu diketahui, dokter internsip masih belum boleh membuka praktek pribadi di luar RS dan Puskesmas tempat magang. Sehingga, mereka pun murni berharap hidup dari Uang Bantuan Hidup 2,5 juta rupiah tersebut. Adilkah? Dengan segala risiko sampai bertaruh nyawa, harus hidup murni dari Uang Bantuan Hidup tersebut.

Pernyataan Pembaca Berita di link di atas yang juga provokatif adalah : “gaji yang diterima 6 juta per bulan sudah diserahkan kepada kepala daerah tempat magang, dana itu bukan dari kemenkes melainkan kemenkeu”

Gaji diserahkan pada kepala daerah? Kalimat yang ambigu. Apakah artinya gaji dari pusat lalu diserahkan pada kepala daerah untuk dibagikan? Atau kepala daerah yang memberikan gaji? Lalu dana itu bukan dari kemenkes melainkan kemenkeu? Jadi uang 6 juta itu dari kemenkeu?

Sekali lagi, bukan Gaji. Kami hanya menerima Uang Bantuan Hidup dan pada beberapa tempat menerima Insentif Daerah. Dan sekali lagi, besarnya uang yang diterima alm.dr.Andra, bukan 6 juta.

Kami menghimbau, sudah selayaknya Pers mengkaji lebih dalam sebelum mengekspos suatu berita. Kalimat di atas sungguh provokatif dan pembodohan publik.

Untuk Ibu Menkes Yang Terhormat,

Mohon Ibu Kaji Ulang. Dana yang diterima para dokter di daerah tempat alm.dr.Andra bertugas, bukan 6 juta. Melainkan 2 juta rupiah, dan itupun dirapel sampai 4-5 bulan. Jangan biarkan opini publik menjadi salah. Karena pada kenyataannya, sungguh jauh dari apa yang diberitakan.

Jika ibu berkenan, alangkah baiknya ibu kembali mengkonfirmasi bahwa sesungguhnya para dokter yg bertugas bersama alm.dr.Andra tidak mendapatkan nominal seperti yang telah diekspos di berita selama ini.

Untuk Stasiun Berita yang Menyiarkan Kalimat

Yang begitu Provokatif, dan cenderung membohongi publik,
Mohon cerna baik baik terlebih dahulu sebelum mengekspos suatu isu. Karena jika salah, maka publik pun akan berpikiran salah. Pers adalah wahana pembentuk opini publik. Sehingga, jika Pers salah dalam memberikan informasi, maka akan merugikan banyak pihak. Dalam hal ini, kami, para Dokter Internsip yang akan dirugikan.

Yuk Like and Share

Sebarkan isi post ini ke semuanya. Agar Publik tidak salah dalam menafsirkan isi berita yang sudah provokatif tersebut

Semoga bermanfaat.

File aslinya bisa elo (klik disini)

Dari tulisan panjang diatas… Apa yang elo tangkep guys…???

Baca juga yang berikut ini guys…

 

 
 

Written by Ferboes

Contact me at:
Email: Ferboesrichardson@gmail.com
Twitter: @ferboesR
Facebook: Ferboes Richardson
Instagram: Ferboes_Richardson

Komentar»

1. Sing Indo - November 17, 2015
2. Ciuman Di Publik Area… Sepasang Kekasih Ini Jadi “Artis” Sosmed | Sensasiku - Januari 11, 2016

[…] larangan menurut agama. • Rame-rame pasang foto profil di facebook pakai bendera Perancis • Kontroversi gaji seorang dokter… Yang benar yang mana nih…??? • Ada 5000 lebih Gay di Depok, dan 38 diantaranya terjangkit HIV…??? • Artis baru ini […]

Suka


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: